![]() |
| Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 tidak hanya menghadirkan ruang promosi bagi produk UMKM. (Foto: SISCA OKTRI SANTI/FokusNusa.com) |
PADANG - FokusNusa.com
Sumatera Barat Creative Economy Festival (SCF) 2026 tidak hanya menghadirkan ruang promosi bagi produk UMKM. Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat juga mempertemukan pelaku usaha dengan peluang pembiayaan dan akses pasar melalui agenda business matching yang nilainya mencapai Rp101.918.811.947.
SCF 2026 berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Grand Ballroom Hotel Pangeran Beach Padang. Lebih dari 60 UMKM ikut ambil bagian dengan membawa beragam produk, mulai dari wastra, fesyen, kriya dan kerajinan, makanan dan minuman olahan, kopi, teh hingga produk berbasis keberlanjutan.
Business matching pembiayaan menjadi salah satu bagian penting dalam rangkaian festival tersebut. Fasilitasi dengan nilai sekitar Rp101,9 miliar itu ditujukan untuk membuka peluang kerja sama usaha sekaligus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM.
Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Barat Mohamad Abdul Majid Ikram mengatakan, Sumbar memiliki modal besar untuk mengembangkan ekonomi berbasis kekayaan budaya dan kreativitas lokal.
“Dengan lebih dari 662 ribu unit UMKM, Sumatera Barat memiliki modal besar untuk mengembangkan sumber pertumbuhan ekonomi berbasis kekayaan budaya dan kreativitas lokal,” ujarnya.
Menurut Majid, kekuatan tersebut tercermin dari beragam produk lokal Sumbar, seperti tenun, songket, sulaman, kriya, kuliner, kopi dan teh.
Potensi itu, kata dia, perlu terus dikembangkan sehingga tidak hanya menghasilkan produk, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi, membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Upaya memperkuat UMKM juga diarahkan pada perluasan akses pasar. BI mendorong pelaku usaha untuk naik kelas melalui penguatan kapasitas, korporatisasi, perluasan akses pembiayaan serta fasilitasi pasar di tingkat daerah, nasional hingga global.
SCF 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan pasar, buyer, perbankan, investor dan jejaring usaha.
Agenda perluasan pasar tersebut antara lain diwujudkan melalui forum “Dari Nagari ke Luar Negeri: Mendorong UMKM Nagari Go Export” serta business matching ekspor.
Peluang pasar bagi UMKM Sumbar juga terlihat dalam Karya Kreatif Indonesia 2026 yang berlangsung 20–23 Agustus 2026. Perwakilan UMKM Sumatera Barat dalam kegiatan tersebut mencatat penjualan lebih dari Rp1 miliar.
Selain akses pembiayaan dan pasar, SCF 2026 menghadirkan berbagai forum untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha. Materinya mencakup literasi dan perencanaan keuangan, ekspor, ekonomi hijau, ekonomi dan keuangan syariah, digitalisasi serta pengembangan fesyen.
Penguatan tersebut menjadi penting di tengah kondisi perekonomian Sumatera Barat. Pada triwulan II 2026, ekonomi Sumbar tumbuh 4,54 persen secara tahunan. Ekspor luar negeri tumbuh 13,01 persen, sementara pengeluaran konsumsi pemerintah tumbuh 9,84 persen.
Di sisi lain, inflasi Sumatera Barat pada Juli 2026 tercatat 4,12 persen secara tahunan.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya peningkatan kapasitas, produktivitas, akses pasar dan daya saing UMKM secara berkelanjutan.
SCF 2026 juga menghadirkan zona pameran yang terbagi dalam Citra Nusa, Gastronomi dan Cangkir Barista, Recycle & Green Creative serta Zona Edukasi. Masyarakat dapat melihat langsung berbagai produk unggulan sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan edukasi yang disediakan.
Melalui SCF 2026, BI Sumbar membawa semangat “Dari Nagari untuk Negeri” dengan mendorong kekuatan ekonomi kreatif lokal berkembang menjadi bisnis yang lebih kuat, memiliki nilai tambah dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
SCF 2026 berlangsung hingga 30 Agustus 2026 di Hotel Pangeran Beach Padang dan terbuka gratis bagi masyarakat. (Yyn)

