![]() |
| Prinsip itu menjadi penegasan utama PT Semen Padang dalam peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang digelar melalui seminar bertema kesiapan fisik dan mental pekerja. (Foto: Semen Padang/FokusNusa.com) |
PADANG-FokusNusa.com
Keselamatan kerja tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial. Prinsip itu menjadi penegasan utama PT Semen Padang dalam peringatan Bulan K3 Nasional 2026 yang digelar melalui seminar bertema kesiapan fisik dan mental pekerja.
Direktur Operasi PT Semen Padang Andria Delfa menyampaikan bahwa keberhasilan perusahaan di industri berisiko tinggi hanya dapat dicapai jika seluruh insan perusahaan berada dalam kondisi sehat dan siap bekerja optimal.
“Industri semen memiliki tingkat risiko yang tinggi. Karena itu, keselamatan dan kesehatan kerja harus menjadi bagian dari budaya, bukan sekadar kewajiban administratif,” ujar Andria, saat membuka seminar di Gedung Serba Guna PT Semen Padang, Selasa (10/2/2026).
Dia menilai, pendekatan K3 ke depan perlu bersifat menyeluruh, mencakup aspek fisik, mental, serta pola hidup sehat pekerja.
Tema “Fit to Work, Fit to Perform” dipilih sebagai refleksi bahwa produktivitas perusahaan tidak terlepas dari kesiapan tubuh dan pikiran karyawan.
Dalam seminar tersebut, Matias Ibo sebagai pembicara utama memaparkan bahwa performa kerja aman dibangun melalui empat unsur utama, yakni teknik kerja yang benar, kebugaran fisik, kekuatan mental, serta nutrisi dan pemulihan tubuh.
Pendekatan ini dianggap sejalan dengan arah kebijakan perusahaan untuk membangun ekosistem kerja yang aman dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen, antara lain Kepala Departemen Management Office Fery Sarvino, Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan Idris, serta pimpinan unit kerja dan karyawan.
Bulan K3 Nasional PT Semen Padang 2026 berlangsung sejak 12 Januari hingga 10 Februari 2026 sesuai Kepmenaker RI Nomor 4 Tahun 2026 dengan tema nasional “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang Profesional, Andal, dan Kolaboratif”. (000/sp)


